Trip to Pamancar Gunung Cikuray

Minggu 23 Maret 2014, tepat pukul 08 pagi kami sudah bersiap untuk pergi ke pamancar, dengan naik motor kami ber 5  mulai perjalanan terlebih dahulu ke rumah A.Eko di citelu, dirumah A.Eko sudah ada 3 orang yang juga akan berangkat ke pamancar, jadilah 8 orang yang berangkat, saya, Lang-Lang, Devon, Radi, Ujang, A.eko, A.Sandy, dan satu lagi Si.Emang yang sayapun tak tau namanya, kita sebut saja Emang Politik.. (Karena skrg sedang musim komanye).

Rencanya kami akan naek angkot terlebih dahulu ke daerah  patrol sebelum melanjutkan perjalanan ke pamancar, sebelum berangakat Lang-Lang mendapat telpon dari teman kami Dhani, katanya Dhani juga akan ikut haiking cie haiking…. tapi dhani masih siap2 dulu dirumahnya jadinya kita tinggal duluan deh (sorry ya pa.danz kami tinggal), dan katanya juga om “Dhani Ahmad” akan mengambil jalur pendakian yang berbeda yakni dari Perkebunan Dayeuh Manggung. Memang Jalur pendakian ke pamancar di gunung Cikuray banyak jalurnya  bisa dari perkebunan Dy.Manggung, dari Patrol (Dyh.Manggung Lembur) dan satu lagi dari Genteng. Itu dari kecamatan Cilawu doang, ada lagi jalur dari Bayongbong dan Cikajang. Namun umumnya para pendaki yang akan ke puncak cikuray menagmbil jalur Patrol (Dayeuh Manggung Lembur).

Perlu dikethui Pemancar (kami lebih sering menyebutnya pamancar, ) adalah stasiun pemancar televisi yang berada di kaki Gn.Cikuray dan pemancar ini merupakan titik awal pendakian ke puncak Gn.Cikuray, Jarak dari Patrol menuju Pamancar ini sebenarnya bisa dilalui kendaran roda 2 ataupun roda empat (asal kuat aja broo ngegassnya) selain agak darekdok (agak hancur) jalannya pun “menanjak” sekali.

Setibanya di Patrol kami berdealpanpun langsung memulai perjalanan, dan tiba-tiba “jrenggg” ada tukang ojek yang menawarkan jasanya mengangkut kami ke atas, “lahh gak seru dong pa kalo naek ojek mah, capenya gak ada, serunya dikit, yang ada dompet bakalan jeboll”. Akhirnya kami melanjutkan seperti rencan awal ke pamancar yakni dengan jalan kaki. Yang berjalan paling depan adalah A.Eko & A.Sandy dan yang lainnya mengikuti dari belakang karna gak tau jalan he,, Sepanjang perjalanan kami melihat banyak pemandangan yang begitu indah, jalan naik turun menyusuri lembah dan kebun teh banyak kami temui.
Pemandangan Gn.Cikuray dan hijaunya kebun teh

Berjalan Kurang lebih 1jam setengah kamipun beristirahat terlebih dahulu untuk sekedar melepas lelah, karna dari awal jalan kaki tanjakan dan tanjakan tajamlah yang sering kami lalui,beristirahat 10Menit  A.eko, Si.Emang, Ujang dan  A,Sandi mulai berjalan lagi sementara saya dan radi masih asyik beerfoto-Foto pemandangan sekitar, sementara Lang-Lang dan Dede masih saja ngolemprah “tiduran diatas ruput”.

Karena masih ingin beristirahat Lang-Lang dan Dedepun menyuruh saya berjalan duluan, “Aduh Cape euy, Jug weh tiheula” (Aduh cape nihh, duluan aja”). Saya dan Radipun berjalan duluan meningalkan Lang-Lang dan Dede yang masih tiduran di rumput, dikejauhan saya melihat A.Eko dan rombongan terdepan belok kiri dipersimpangan, takut salah jalan kamipun memberi tanda silang (x) dan tanda panah kekiri takut-takutnya kedua orang dibelakang kami salah ambil jalan. (jadi ingiet pas waktu pramuka di SD ada tanda silang dan panah he..).

Mendaki Gunung Lewati Lembah..
Selepas beristirahat perjalanan yang kami lalui masih saja menanjak malah kali ini tanjakannya makin manteepp, terik matahari dan cucuran keringat sedikit terbayar oleh pemandangan diperjalanan yang sangat indah. Lama berjalan kamipun beristirahat kembali di wilayah “Nyampai” sambil menunggu kedua teman kami yang berjalan palimg belakang yakni Lang-Lang dan Dede, sepertinya kedua orang inilah yang paling menikmati perjalanan (dibaca: ripuh,- red).

Foto: Lang-Lang dan Dede tepar di saung kebun teh.
Di wilayah nyamapi Si.Emang tiba-tiba mengurungkan niatnya mendaki ke pamancar dan kembali turun karena alasan ada keperluan ke Bandung nanti sore  (yahh.. si emang udah setengah perjalanan masa mau mundur sih,,) dan tinggalah kami bertujuh yang melanjutkan perjalanan, dan seperti biasa Lang-lang dan Dede berjalanan paling belakangan, diperjalanan kali ini kami menemui menara eifelnya Gn.Cikuray atau kita sebut saja “Tower Sutet ” dan sekali lagi kamipun beristirahat di menara eifel ini (perasaan dari tadi tiap setengah jam perjalanan beristirahat mulu) 

Menara Eifelnya Cikuray :D
Selepas dari menera eifel a.k.a tower sutet saya berjalanan paling depan meninggalkan yang lain, dan samapi duluan di perempatan jalan ojek. (setelah dari tadi kukurusukan di hutan akhirnya nemu juga jalan ojek broo.. meskipun jalan batu darekdok) diperempatan  jalan dari kejauhan saya melihat dua orang yang sedang berjalan kaki, setelah melihat dgn jeli ternyata mereka tidak lain tidak bukan adalah Dani dan Wira yang mendaki dari jalur berbeda dan bertemu diperempatan jalan ini.

Jadilah kami bertambah 2 orang dan melanjutkan perjalanan yang tinggal 30 menit lagi nyamapai, dirute terakhir ini kami berjumpa dengan sekitar 15san rombongan moge (motor gede, tiger megapro dll.)  yang mendaki jalan extreme bukan croser  bukan juga ojek biasa, dan diatas ternyata mereka adalah motor charteran yang mengangkut para bule dari luar nagerg.

Sesampainya di tempat tujuan kamipun langsung membuat tempat pembakaran untuk bakar ikan, masak nasi, goreng tempe, ikan asin, sambel kecap dll, pokoknya mantep deh bakar bakar (bukan bakar hutan kaya di riau). Dan acara initnyapun dimulai makan bersama.. wowww. Setelah beres-beres membersihkan sampah2 sisa yang berserakan kamipun kembali dengan hati riang nan gembira hhe,,
A.Eko lagi masak-masak


Pokoknya perjalanan kami kali ini sangatlah seru, lain kali kami akan mengunjungi pamancar lagi dan bukan hanya pamncar, semoga saja dilain kesempatan kami bisa menaklukan curamnya Gn.Cikuray dan mendirikian tenda dpuncaknya, sebuah keinginan yang akan segera akan kami capai….

Penampakan Pamancar

4 Responses to "Trip to Pamancar Gunung Cikuray"

  1. Seru banget acara hikingnya, Kang. Bakar-bakar bikin kabita. Apakah Gunung Cikuray bisa terlihat dari arah Limbangan? Tinggal di Desa Ciwangi dan di seberangnya terhampar panorama gunung yang besar di daerah Malangbong atau Cibatu. BTW, tolong hilangkan dulu verifikasi dalam kolom komentar agar yang BW nyaman ngomenin. Nuhun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru teh yah,, lain kali anak_2 blogger Garut perlu piknik, sharing-sharing ilmu blog sambil bakar-bakar seru kayaknya..
      eh..ya teh tolong kasih masukan dong tulisannya, maklum masih "sakainget" belum sesuai dgn ejaan yg bener, masih perlu bimbingan dari para master..

      Komentarnya entar saya hilangakn verifikasinya, blum ke cek kemarin-kemarin, maklum blog baru.. belum ada yang komen. :D

      Delete
  2. kang edit , artikelna hapus kode palse2 yang di paste langsung di wordnya
    Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Microso, edit htm artikelnya kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok,, thanks suhu.. ntar saya coba.. :D

      kalau moderasi komentar biar gak perlu verifikasi gimana ya?? mohon bantuannya para master blogger disini..

      Delete